Kisah Inspiratif

Terimakasih Telah Bersabar

Oleh : Mufna Rahmaini Millatina, Agen Afrakids

“Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi mana pun mereka berasal, pasti akan dipertemukan. Berdoa dalam diam adalah cara mencintai yang paling romantis”

Januari 2013
“Assalamu’alaykum.. ini nomor Milla ya? Ini dari Habib temen SMP. Masih ingat?”
SMS 4 tahun silam masuk ke HP jadulku. Masih aku abaikan, sama seperti 9 tahun lalu saat aku mengabaikan sebuah surat dari seorang lakilaki yang menyatakan perasaan cintanya.  Ya.. laki-laki yang sama. Surat cinta yang tak pernah berbalas, karena saat itu aku masih duduk di bangku SMP dan masih terlalu cuek, atau isi surat yang memang tak membutuhkan jawaban. Masih teringat, laki-laki kalem, manis, polos, dan selalu menjadi jawara di kelas, menuangkan perasaan “cinta” nya dan mengatakan akan “menembak”-ku kelak di waktu dewasa. Aku anggap saat itu hanya guyonan dan sebatas cinta monyet anak SMP. Hingga akhirnya terlupakan dengan euphoria masa remaja di bangku putih abu-abu dan perkuliahan.

 

Juni 2013
“Assalamu’alaykum, dari Habib. Maaf, Milla sudah ada calon? Boleh tidak saya ta’aruf?”

What?? Terlintas jodoh saja belum! Apalagi kakak yang terpaut 3 tahun di atasku belum berta’aruf. Memang saat itu aku sudah bekerja dan masuk usia matang. Ya, sah-sah saja jika ada seorang lelaki yang mengajak serius. Lalu aku sampaikan semuanya kepada orang tuaku. Mereka berkata, jika memang dia lelaki sholih, apa salahnya. Oke. SMS belum aku balas. Tiap malam aku memanjat doa, istikharah pada-Nya, apakah begini jalan takdirku. Memohon petunjuk dan memantapkan hati untuk ta’aruf. SMS bulan Juni itu pun kubalas di bulan November dengan jawaban singkat, padat, dan jelas: “OK, Boleh”.

Proses ta’aruf yang lama karna kami terpisah jarak Lampung-Solo. Tak banyak yang aku atau dia tanyakan karena sebetulnya kami teman yang sudah lama kenal tetapi tak berjumpa dan tak berkomunikasi 9 tahun lamanya. Singkat cerita di akhir Maret 2014, dia melamarku. Kemudian di tanggal 29 Mei 2014 pukul 16.00 WIB kami sah menjadi suami istri

Tak habis pikir, kenapa ada laki-laki yang kuat menahan diri untuk tidak berpacaran, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif, sekolah dengan sungguh-sungguh, lulus kuliah, kerja dan akhirnya mapan lalu memutuskan mencari info tentang gadis di masa SMP yang ditaksirnya. Gadis yang sama sekali tidak pernah dihubunginya semenjak lulus SMP atau bahkan bertemu. (Sebenarnya dalam beberapa kesempatan, kami pernah bertemu. Namun Maha Suci Allah yang menutup pandangannya dari hawa nafsu. Saat itu, dia tak menyadari keberadaanku).

Pada suatu malam,….

“Yah, dalam 9 tahun itu sama sekali nggak ada cewek yang kamu taksir?” (Aku masih saja penasaran).
“Ada..tapi aku selalu keinget kamu, Bun. Entahlah,” jawabnya.
“Bukan 9 tahun lho bun…aku suka kamu udah sejak dari kelas 1 SMP”, begitu ia mengakui.
“Whatt??? Jadi sudah berapa purnama kamu lalui untuk menungguku, Yah?

Kemudian aku ambil sekotak kardus yang tersimpan rapi di laci almari. Sebuah surat warna biru dengan akhir kalimat: “Aku akan “nembak” kamu kalo nanti kita sudah gede”. Kuserahkan pada suamiku yang tersipu malu.

Ayah, terima kasih telah bersabar menunggu dan “menembak” Bunda di waktu yang tepat.

Mau tumbuh bersama untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Yuk gabung menjadi reseller Afrakids!

KLIK millatina.agenafrakids.com
WA: 0856 4226 7540
BBM: 5A3BB31C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *