Blog, Parenting Muslim

Kenapa harus makan yang manis saat berbuka? (7+)

“Ayah, kalau buka puasa itu harus makan makanan yang manis ya?” tanya Alif saat ia dan ayahnya sedang duduk-duduk di depan rumah. Di bulan Ramadhan kali ini, Alif meniatkan untuk puasa sampai maghrib, dan ia sudah bisa menuntaskannya beberapa hari ini.

“Kenapa kamu tanya itu, Lif?” ayahnya berbalik bertanya pada Alif.

“Soalnya kata teman-teman, buka puasa itu harus makan makanan yang manis.”

“Kalau buka puasa itu bagusnya pakai kurma, Lif. Kalau nggak ada kurma, cukup minum air putih. Itu yang Rasulullah anjurkan.”

“Jadi bukan sama yang manis ya?”

“Kita justru harus pilih-pilih Lif. Jangan asal makan yang manis. Kolak, es campur, sama macam-macam makanan manis buatan gitu justru bisa bahaya buat kesehatan kita.”

“Bahaya gimana Yah?”

“Jadi kalau kita makan sembarang makanan manis, gula di dalam badan kita jadi naik tiba-tiba. Ini jelek buat badan kita, Lif. Bisa bikin badan kamu lemas, cepat ngantuk, bahkan bikin kita gemuk.”

“Jadi harusnya gimana Yah?”

“Ya, ikut sunnah Rasulullah tadi Lif. Buka puasa pakai kurma, kalau nggak ada minum air putih. Kalau mau makan makanan yang manis, sebaiknya makan yang alami, seperti buah-buahan.”

“Oooh gitu ya. Alif mau minta Bunda beliin mangga ah buat buka nanti. Kalau bukanya pakai buah bagus kan ya berarti,” kata Alif sambil lari ke dalam rumah untuk menghampiri ibunya.

“Hahaha, bisa saja kamu Lif,” ayah tertawa melihat perilaku anaknya ini.

Ayah Bunda,

Di masyarakat beredar info bahwa berbuka puasa itu sebaiknya dengan yang manis. Bahkan sebagian orang menganggap bahwa hal tersebut memang dianjurkan oleh Rasulullah. Padahal, yang Rasulullah ajarkan adalah sebaiknya berbuka puasa dengan kurma atau air putih.

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air” (HR. Abu Daud)

Sementara itu, dari segi kesehatan, justru kita harus berhati-hati dalam memilih makanan buka puasa. Saat puasa, kadar gula dalam tubuh kita terus menurun. Jika kita makan makanan manis (yang dibuat dengan gula tambahan) saat berbuka puasa, gula di badan kita malah meningkat drastis. Hal ini mengagetkan tubuh kita. Efeknya badan kita menjadi lemas dan mengantuk setelah berbuka, bahkan bisa memicu penyakit diabetes dan kegemukan. Inilah sebabnya ada yang berpuasa namun justru berat badannya bertambah.
Jadi, hati-hati saat memilihkan makanan berbuka untuk si buah hati ya, Ayah Bunda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *