Blog, Parenting Muslim

Kenapa gak boleh makan banyak pas buka puasa? (7+)

Sore itu, ibu sedang menyiapkan makanan untuk berbuka. Di dapur ada berbagai jenis makanan, Alif senang melihatnya. Ia membayangkan buka puasa nanti bisa menyantap banyak makanan enak.

“Lif, bawakan makanan ini ke masjid ya, buat ta’jil yang buka puasa di masjid,” kata ibu sambil membungkus makanan-makanan yang ada.

“Loh, bukan buat kita ya Bunda?”

“Iya Lif, itu buat masjid, yang buat di rumah ini,” kata Bunda sambil menunjuk makanan yang ada di meja makan.

“Kok cuma sedikit sih?” protes Alif sedikit kecewa.

“Hush, ayo cepat antarkan ke masjid. Bareng ayah kok! Ayah, bawakan makanan ini ke masjid ya!”

“Siap, Bunda! Yuk Lif,” jawab ayah sambil mengajak Alif segera berangkat ke masjid. Ayah dan anak itu pun berangkat bersama-sama, membawa bungkusan takjil untuk jamaah yang akan berbuka di masjid dekat rumah.

Sepulang dari masjid, Alif bertanya kepada ayahnya, “Yah, kirain makanan tadi buat buka kita di rumah.”

“Ooooh, itu buat yang buka di masjid Lif. Memangnya kenapa Lif?”

“Makanan di rumah jadi sedikit dong, Yah.”

“Memangnya kenapa kalau sedikit Lif?”

“Kan lapar seharian puasa. Jajanannya ditambah dong, Yah. Beli lagi yuk!”

“Memangnya Alif mau makan seberapa banyak? Kan makanan di rumah udah cukup buat ayah, bunda, Alif.”

“Yaaaah, kurang yah.”

“Lif, kalau buka puasa itu makan secukupnya aja. Jangan kebanyakan.”

“Memangnya kenapa kalau kebanyakan, Yah?”

“Perut kita itu jangan diisi penuh sama makanan. Rasulullah bilang perut kita itu baiknya diisi sepertiga makanan, sepertiga air, sepertiga lagi udara kita bernapas. Jadinya pas makan nanti, jangan cuma makan, minum air putih juga sebelumnya, dan banyak-banyak bernapas yang dalam. Kita itu muslim, makannya nggak berlebihan. Itu cara kita mensyukuri makanan yang Allah berikan buat kita.”

“Oooh gitu ya, Yah.”

“Iya, puasa kan latihan menahan hawa nafsu. Termasuk pas buka puasa, kita makan secukupnya. Jangan berlebihan, biar hawa nafsu kita bisa benar-benar tertahan. Dan lagi, kan malamnya kan kita sholat tarawih. Kalau kebanyakan makan, nanti kita ngantuk.”

“Oh iya, tahun lalu pas Alif banyak makan, jadi ngantuk dan ketiduran. Kelewat deh tarawihnya.”

“Iya, ayah juga kalau kebanyakan makan, jadi ngantuk. Makanya pas buka puasa, secukupnya aja makannya.”

“Kirain tadi beli banyak makanan memang biar bisa banyak makan, Yah. Taunya buat dibawa ke masjid.”

“Alif tahu kenapa kita ngasih makanan ke masjid?”

“Nggak tahu Yah, emangnya kenapa?”

“Kalau kita ngasih makan orang berbuka, kita dapat pahala yang sama dengan orang yang puasa itu, tanpa ngurangin pahala orang yang puasa itu. Alif tahu kan pahala orang puasa itu besar banget.”

“Wah asyik dong Yah.”

“Iya, semoga pas di akhirat nanti, kita dapat banyak pahala tambahan karena ngasih makanan buka puasa.”

“Iya, Yah. Aamiin,” Alif menimpali.

Ayah Bunda,

Bulan Ramadhan merupakan momen untuk melatih hawa nafsu kita, sehingga kita bisa menjadi orang yang bertakwa. Sayangnya, banyak yang kesulitan untuk menahan dirinya. Setelah lapar seharian, langsung “membalas dendam” dengan makan banyak saat berbuka.

Makan berlebihan saat buka puasa bisa berdampak buruk bagi kita. Salah satunya adalah membuat kita mengantuk pada malam harinya. Padahal, bulan Ramadhan adalah momen untuk memperbanyak amal ibadah. Terlalu disayangkan kalau waktu kita banyak terbuang percuma karena terlalu banyak makan, yang membuat kita butuh banyak tidur.

Makan terlalu banyak juga buruk buat kesehatan. Setelah seharian perut kita kosong, perut kita akan kaget jika tiba-tiba mendapat asupan makanan yang sangat banyak. Dalam jangka panjang, makan terlalu banyak akan merusak organ pencernaan kita.

Lalu, bagaimana cara kita melatih anak agar makan secukupnya saat buka puasa? Kita bisa menrapkan ajaran Rasulullah.

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

Kita makan terlalu banyak karena tidak memenuhi hak perut. Hal yang rentan kita lakukan saat buka puasa adalah memenuhi perut kita hanya dengan makanan. Dengan banyak menghirup napas panjang saat buka puasa, kita bisa menghindari makan terlalu banyak. Ini bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita juga.

Mengenai makanan berbuka, kita bisa mengajak anak untuk membagikan kepada orang-orang yang berpuasa. Keutamaan memberi makan orang berbuka itu sangat besar. Rasulullah bersabda:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR Tirmidzi & Ibnu Majah)

Dengan memberikan anak pengalaman memberi makan orang berbuka puasa, kita menumbuhkan kebiasaan baik yang insya Allah menyelamatkan dunia akhirat anak-anak kita. Aamiin Yaa Rabb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *