Blog, Parenting Muslim

Itikaf Itu Apa? (7+)

“Ayah, kenapa tadi malam banyak orang di masjid? Mereka ngapain yah sampe nginep di masjid begitu?” tanya Alif pada ayahna saat sedang duduk-duduk di teras rumah satu pagi di penghujung Ramadhan.

Ayah menengok ke Alif, “Alif juga ayah ajak tadi malem, tapi ketiduran ya hehe..”
“Iya yah…”, kata Alif, “Jadi kenapa yah nginep tadi malem?”
“Jadi begini, Alif. Itu namanya itikaf. Alif tahu kan kalau Ramadhan itu satu bulan?”
“Iya, tahu yah..” kata Alif.
“Allah ngasih hadiah pahala banyak kepada kita saat 10 hari terakhir Ramadhan supaya kita makin semangat ibadah di bulan Ramadhan. Nah, salah satunya lewat itikaf ini”
“Kok orang-orang males yah di akhir bulan Ramadhan?”
“Waktu Alif belajar di sekolah, Alif ngerasa capek nggak kalau waktu pelajarannya lama?”, Ayah mengelus kepala Alif.
“Iya yah, rasanya pengen istirahat dan maen-maen sama temen”
“Nah, emang manusia begitu, Alif. Kalau sudah lama, manusia akan bosen. Allah tahu kalau manusia begitu, makanya di akhir Ramadhan Allah ngasih janji pahala yang banyak banget lewat itikaf.”
“Ooh, berarti Allah baik banget ya Yah sampe ngasih pahala banyak gitu?”
“Nah, pinter…betul, Alif. Itu kasih sayang Allah buat kita manusia…”
“Aku seneng deh punya Tuhan yang baik, Yah…”
Jadi, nanti malem Alif mau ikut itikaf lagi bareng ayah?”, Ayah bertanya.
“Mau, mau, Yah! Tapi kalau Alif ketiduran nggak apa-apa ya, hehe…habis ngantuk sih…” Alif memeluk Ayah sambil tertawa.

Ayah Bunda,

Menetap di masjid atau itikaf adalah kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah untuk kita lakukan di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan banyak berdzikir ketika itu.

Dalam mendidik anak untuk beritikaf, kita bisa menanamkan perasaan cintanya kepada masjid, terutama karena masjid itu adalah rumah Allah, tempat yang sangat Allah sukai. Dengan timbulnya rasa cinta kepada masjid, kebiasaan beritikaf ini pun akan anak lakukan saat ia dewasa kelak. Insya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *