Blog, Parenting Muslim

Hilal Itu Apa? (10+)

“Ayah, lagi nonton apa?”

“Ini, lagi nonton sidang isbat, Lif.”

“Sidang isbat itu apa Yah?”

“Sidang buat nentuin awal bulan Ramadhan, Lif.”

“Oh, harus pake sidang dulu ya.”

“Iya Lif, buat nentuin awal bulan Ramadhan, kita perlu melihat ada enggaknya hilal dulu.”

“Memangnya hilal itu apa, Yah?”
“Hilal itu artinya bulan sabit, Lif. Untuk menentukan udah masuk bulan Ramadhan atau belum, kita perlu melihat ada nggaknya bulan sabit dulu.”

“Ngelihat bulan sabit kok sampai harus sampai sidang dulu, Yah? Emangnya kita nggak bisa ngelihat sendiri?”

“Hilal itu bulan sabit muda. Ngelihatnya susah, karena sabitnya itu sangat tipis dan matahari baru terbenam, jadinya langit masih terang. Cahaya bulannya jadinya masih kalah sama cahaya langit, dan waktu munculnya hilal itu cuma sebentar, biasanya cuma setengah jam.”

“Kok Cuma sebentar, Yah? Emangnya pas malam nggak ada lagi bulannya?”

“Soalnya hilal itu terbenam nggak lama habis matahari terbenam, Lif. Jadinya pas malam udah nggak kelihatan lagi bulannya. Nah di sidang ini, ada orang-orang yang ngelihat hilal pakai peralatan canggih kayak teleskop.”

“Oooh gitu ya, Yah.”

“Kok bisa ada hilal ya, Lif? Kok bisa bulan kadang kelihatan kadang nggak? Siapa ya yang menciptakannya?” tanya ayah.

“Allah dong, Yah!” balas Alif.

“Benar, anakku. Itu ciptaan Allah,” kata ayah sambil mengusap-usap kepala Alif.

Ayah Bunda,

Melihat hilal adalah cara yang kita gunakan untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Allah berfirman yang artinya: ”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.”

Hilal merupakan salah satu fenomena alam yang menjadi perhatian kita sebagai umat Islam. Mengajarkan anak fenomena alam perlu kita kaitkan dengan Sang Pencipta, sehingga anak belajar untuk menjadi ulul albab. Allah berfirman yang artinya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 190-191)

Semoga kita bisa mendidik anak-anak kita untuk menjadi ulul albab. Aamiin Yaa Rabb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *