Parenting Muslim

Di Surga Ada Dufan Nggak Yah? (Usia 7+)

Liburan sekolah kali ini, Alif pergi ke Dufan bersama keluarga besarnya. Selain orang tuanya, paman bibi dan sepupu-sepupunya ikut juga. Alif merasa sangat senang bisa menaiki berbagai macam wahana yang seru dan menegangkan.

Saat tiba waktu makan siang, mereka makan bersama di satu restoran cepat saji. “Seru ya hari ini, Lif,” kata ayahnya membuka pembicaraan.

“Iya. Seru banget Yah. Apalagi pas tadi naik bumper car!” seru Alif kegirangan.

“Iya, ayah juga ingat waktu ayah masih kecil. Senang sekali bisa ke sini,” kata ayahnya.

“Yah, Alif mau tanya. Kalau di surga nanti ada Dufan nggak ya? Seru banget tuh kalau ada,” tanya Alif.

“Lif, di surga nanti, Allah mengabulkan apa pun yang penghuni surga minta,” jawab ayahnya.

“Apa pun, Yah?” Alif ingin menegaskan.

“Iya Lif, apa pun yang penghuni surga mau, Allah akan berikan. Lif, yang ada di dunia itu gak ada apa-apanya kalau dibandingkan surga. Apa pun hal-hal yang seru dan indah di dunia, di surga itu adanya yang jauh lebih indah dan jauh lebih seru dari itu,” ayahnya menjelaskan.

“Wah, jadi lebih seru dari di sini ya, Yah,” Alif menimpali.

“Iya Lif,” kata ayah sambil mengusap-usap kepala anak lelakinya ini, “Jagoannya Ayah, nanti kita sama-sama ke surga sekeluarga ya.”

“Iya, Ayah!” seru Alif.

Ayah Bunda,

Surga adalah janji Allah bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Mengenalkan surga kepada anak merupakan bagian dari pendidikan untuk memotivasi anak berbuat baik.

Setelah anak mengenal surga, bisa jadi anak akan bertanya-tanya di surga ada apa saja. Anak bisa jadi akan bertanya apakah hal-hal yang dia sukai di dunia ada juga di surga. Misalnya apakah di surga ada es krim, apakah di surga ada mainan, dan berbagai kesenangan yang pernah dia rasakan.

Ada 2 jawaban yang terasa benar, namun bisa berakibat buruk.

Yang pertama adalah jika kita menjawab, “Ada, itu ada di surga.” Jawaban ini kita berikan dengan menggunakan logika qiyas, dengan harapan bisa memotivasi anak untuk mengejar surga. Sayangnya jawaban ini tidak tidak berdasarkan ilmu, hanya berdasarkan kira-kira kita saja.

Sementara itu, bisa jadi kita menjawab, “Tidak ada, Nak. Tidak ada dalilnya.” Jawaban ini bisa jadi malah meruntuhkan motivasi anak. “Ah, aku gak mau ke surga kalau begitu,” anak bisa jadi menjawab seperti ini.

Jawaban kedua ini akibatnya malah lebih buruk. Saat anak bertanya tentang agama, kita harus memperhatikan kondisi psikologis anak, jangan terbatas pada kata-kata yang anak ucapkan.

Lalu, saat anak bertanya tentang surga sesuai imajinasinya? Jawaban seperti apa yang bisa kita berikan?

Pertanyaan seperti ini bisa kita jawab dengan kaidah berikut ini.

1. Jika ada jawaban berdasarkan dalil khusus maka harus di jawab dengan jawaban tersebut. Misalnya jika anak bertanya apakah di surga kita bisa minum susu sepuasnya?

Kita bisa menjawab di surga nanti ada sungai susu, sesuai ayat Quran yang artinya, “…Ada sungai-sungai dari susu yang rasanya tidak berubah” (QS Muhammad: 15)

2. Jika tidak ada dalil khusus yang kita ketahui, kita bisa menggunakan dalil umum. Contohnya pada pertanyaan Alif, “Apakah di surga ada Dufan?” Tentu saja tidak ada dalil syar’I tentang hal ini.

Namun kita harus menjaga jiwa anak-anak sambil juga menjaga agar jawaban kita sesuai syariat. Untuk itulah kita bisa mengambil ayat atau hadits umum tentang kenikmatan surga seperti jawaban ayah di atas, “Di surga nanti kamu bisa meminta apa pun,” “Yang ada di surga jauh melebihi yang ada di dunia.”

Ini sesuai ayat-ayat Quran yang artinya.

“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada kami ada tambahannya.” (QS Qaf: 35)

“Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS An-Nisa’ : 77)

Motivasi anak untuk bersama-sama memperjuangkan surga. Karena kita butuh bantuan anak-anak kita untuk meninggikan derajat kita di surga nanti.

Semoga Allah mengumpulkan kita semua di surga-Nya kelak. Aamiin Ya Allah.

Pustaka: Ashari, Budi, Lc. 2016. Buku Panduan Menyiapkan Masa Baligh: Remaja, Antara Hijaz dan Amerika. Depok: Pustaka Nabawiyyah.

Cek bazarafra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *