Blog

5 Langkah Hadapi Anak Tantrum

Kehadiran seorang anak tentu saja sangat didambakan oleh orangtua.Tak jarang, bagi sebagian orang, orangtua akan melakukan upaya apapun untuk mendapatkan keturunan. Tak heran, setelah mendapatkan keturunan, orangtua cenderung memanjakan anak bahkan sampai tahap yang tidak wajar. Padahal, risiko yang kurang menyenangkan dapat terjadi pada anak dan orangtua.

sumber gambar: slate.com

Allah SWT telah mengingatkan kita, bahwa anak juga dapat menjadi sumber ujian bagi orangtua. Allah SWT berfirman, “sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS. At-Taghabun, 15). Peringatan Allah SWT sangatlah jelas, agar kita memperlakukan anak dengan wajar. Lalu, apakah risiko yang akan kita tuai, bila anak tidak diperlakukan semestinya?

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada anak yaitu kecenderungan anak untuk menampilkan temper tantrum. Temper tantrum adalah kumpulan perilaku marah anak yang ditampilkan karena keinginannya tidak terpenuhi, seperti menangis dengan keras, berguling-guling di tanah bahkan sampai menjatuhkan barang-barang. Biasanya perilaku tersebut akan dipertahankan oleh anak, sampai keinginannya terpenuhi.

Tidak ingin dihakimi secara sosial, biasanya orangtua terpaksa “menyerah” dan memenuhi keinginan anak. Nah, bila hal ini terus dipenuhi, maka anak akan belajar dan paham kalau mau keinginannya terpenuhi, maka anak harus menampilkan perilaku-perilaku tersebut. Sehingga, perilaku tantrum tersebut akan dipertahankan dan menjadi senjata ampuh anak untuk menyerang orangtua. Berbahayakan perilaku tantrum tersebut?

Sebenarnya, pada usia balita, perilaku tantrum merupakan perilaku yang wajar diperlihatkan oleh anak. Tetapi, orangtua harus berhati-hati apabila perilaku tersebut terus dipertahankan sampai anak menginjak usia sekolah, atau usia 6-12 tahun. Karena, bila tantrum masih terlihat sampai rentang usia tersebut, ada kemungkinan anak mengalami masalah jiwa yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Sebaiknya, apa yang seharusnya dilakukan oleh orangtua?

Untuk mengatasi perilaku tantrum pada anak, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, agar baik orangtua dan anak, sama-sama belajar terhadap situasi yang sedang dialami oleh si anak. Pertama, biarkan anak dengan perilaku tantrumnya. Orangtua sebaiknya menanggapi wajar perilaku anak tersebut. Diamkan saja, sambil pantau kondisi sekitar, pastikan anak aman dari bahaya.

Kedua, jangan marah apalagi memukuli anak. Karena marah tidak akan menghentikan tantrum anak, bahkan anak cenderung meningkatkan perilaku tersebut. Kunci menghadapi anak yang tantrum adalah sabar. Sabar merupakan salah satu bentuk komunikasi orangtua dengan anak, bentuk komunikasi ini akan lebih efektif dibanding marah maupun memberikan hukuman fisik. Anak belajar sabar melalui perilaku sabar yang ditampilkan orangtua.

Ketiga, jangan langsung memenuhi keinginan anak saat sedang tantrum. Ingat, anda sedang “berperang” dengan anak, memenuhi kebutuhan anak saat itu tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah baru. Beri penjelasan sederhana, misalnya dengan mengatakan bahwa mainan jenis tersebut sudah dimiliki atau sebaiknya main dengan mainan yang sudah ada. Penjelasan tanpa emosi lebih dapat dipahami dan diterima oleh anak.

Keempat, komunikasi antar orangtua penting. Sebelum menangani anak dengan tantrum, orangtua harus paham terlebih dahulu mengenai konsep tantrum dan bagaimana harus bertindak. Kesepakatan orangtua penting, agar anak melihat orangtuanya secara seimbang. Jangan sampai anak memposisikan ayah sebagai “pahlawan” karena keinginannya dibela dan ibu sebagai “musuh” karena keinginannya ditentang, atau sebaliknya.

Kelima, beri pengertian orang sekitar, terutama kakek dan nenek. Salah satu hal yang menggagalkan upaya kita mengatasi anak tantrum adalah tentangan dari kakek nenek, biasanya mereka akan langsung memenuhi kebutuhan anak bahkan cenderung memanjakan anak. Hal ini tentu saja tidak baik bila terus dilakukan. Beri penjelasan kepada orang tua, alasan mengapa kita membiarkan anak tantrum. Bila perlu, diskusikan mengenai hasil penelitian dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Sesuai dengan janji Allah SWT, bila kita dapat menghadapi perilaku tantrum pada anak, inshaAllah pahala yang besar akan dilimpahkan oleh Allah. Karena anak merupakan titipan Allah, maka sudah sewajarnyalah orangtua bertanggung jawab menjaga amanah tersebut dengan cara-cara yang tepat dan wajar. Sehingga akan tercipta, generasi islam yang kokoh dan tangguh dimasa mendatang.

oleh Ns. Fauzan Saputra

Mahasiswa master Psychiatric nursing, Chulalongkorn University

6 thoughts on “5 Langkah Hadapi Anak Tantrum

  1. kakaksicuteyuli says:

    Sangat bermamfaat..

  2. orang tuanya juga perlu bermental baja, banyak ortu yg langsung menyerah dan mengikuti saja kemauan anak spt ini.

  3. gantikatasandiku says:

    kesulitan dengan point ke 5

  4. Anak saya termasuk anak yg tempra tanrtum dan saya msh saja msh kurang bisa sabar menghadapinya :,(

  5. dian says:

    Anak saya berusia 22 bln.. jika ia marah dia akan bergulung2 dilantai serta melibat dirinya kebelakang spt orang bersalto… cukup mengerikan..
    Bagaimana cara mengatasi tantrum spt ini..
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *